Sanggau, Polda Kalbar – Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah pertambangan terus dilakukan di Kabupaten Sanggau. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat yang digelar di Dusun Cingka, Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Tayan Hilir.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi forum komunikasi terbuka guna membangun kesamaan persepsi terkait pengamanan wilayah konsesi pertambangan, penyelesaian berbagai persoalan secara musyawarah, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
Sosialisasi dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Nomor: 120/0045/EM/2026 tanggal 1 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat dalam memperkuat pengamanan wilayah IUP melalui kolaborasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, tokoh adat, aparat penegak hukum, dan masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut sekitar 50 peserta, di antaranya Camat Tayan Hilir Ayus, S.Pd., M.M., Kapolsek Tayan Hilir IPTU Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., Batuud Koramil 1204-07/Tayan Hilir Serma Wan Edy P., Sekretaris Kecamatan Tri Wanda, S.STP., jajaran Polsek Tayan Hilir, perwakilan PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat, Penjabat Kepala Desa Tanjung Bunut Sisca Damayanti Tindas, S.M.G., tokoh adat, kepala wilayah, serta masyarakat Dusun Cingka.
Dalam sambutannya, Camat Tayan Hilir Ayus, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul antara perusahaan dan masyarakat harus diselesaikan melalui dialog yang mengedepankan musyawarah dan mediasi. Menurutnya, penyelesaian secara damai akan menciptakan keseimbangan antara kelancaran operasional perusahaan dengan terpenuhinya hak-hak masyarakat.
Sementara Kapolsek Tayan Hilir mengajak masyarakat untuk tidak mengambil langkah yang dapat menimbulkan pelanggaran hukum apabila menghadapi persoalan di lapangan. Ia menegaskan bahwa Polri selalu membuka ruang komunikasi bagi seluruh masyarakat melalui Bhabinkamtibmas maupun pelayanan kepolisian lainnya.
“Apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan maupun permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, kami mengimbau agar segera disampaikan kepada pihak Kepolisian. Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang hadir di tengah masyarakat untuk memfasilitasi komunikasi, mencari solusi, serta mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Kusdarwanto.
Ia menambahkan, Polsek Tayan Hilir berkomitmen menjalankan peran sebagai fasilitator dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat sesuai semangat “Polri Untuk Masyarakat”. Menurutnya, pendekatan humanis, komunikasi yang baik, serta penegakan hukum yang profesional menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir.
Selain membahas pengamanan wilayah IUP, Kapolsek juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda serta mengganggu stabilitas sosial di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Batuud Koramil 1204-07/Tayan Hilir Serma Wan Edy P. menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan secara damai. Menurutnya, penyelesaian melalui musyawarah akan mencegah konflik berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Dalam sesi diskusi, masyarakat bersama pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan pihak perusahaan membahas berbagai potensi persoalan yang kerap muncul di lapangan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi sekaligus menyusun langkah-langkah penyelesaian yang mengedepankan kepentingan bersama.
PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat juga memaparkan upaya pengamanan wilayah konsesi melalui pendekatan kolaboratif. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi pemetaan digital Avenza Maps yang dapat digunakan bersama aparatur desa untuk memantau batas-batas wilayah IUP secara lebih akurat serta mencegah terjadinya aktivitas penambangan ilegal.
Selain itu, perusahaan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap aset negara dan kepatuhan terhadap tata kelola pertambangan yang berlaku. Melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pengelolaan wilayah pertambangan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun keberlangsungan investasi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, tokoh adat, dan masyarakat sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif serta mendukung pembangunan dan investasi yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)
Pewarta ( Alantitus / Kaperwil / Batuah )




