Demplot Polsek Batang Tarang Panen Jagung Hibrida, Estimasi Hasil Capai 4,32 Ton per Hektare
Sanggau, Polda Kalbar – Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polri di wilayah Kabupaten Sanggau. Salah satunya melalui kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan di lahan demplot Polsek Batang Tarang, Dusun Senyabang, Desa Senyabang, Kecamatan Balai, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan dipimpin Wakapolsek Batang Tarang IPDA Roni Yakin dan melibatkan personel Polsek Batang Tarang. Panen turut didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Senyabang, Anju, S.P., yang melakukan pengukuran hasil panen menggunakan metode ubinan.
Panen jagung hibrida ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemanfaatan lahan produktif yang dikembangkan Polsek Batang Tarang sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Sanggau.
Dalam proses penghitungan hasil panen, PPL Desa Senyabang mengambil dua sampel plot untuk dilakukan pengukuran produktivitas. Dari hasil ubinan, sampel plot pertama menghasilkan 3,2 kilogram, sedangkan sampel plot kedua menghasilkan 2,2 kilogram.
Berdasarkan hasil penghitungan tersebut, diperoleh rata-rata produksi sebesar 2,7 kilogram per petak sampel. Setelah dikonversi menggunakan metode ubinan standar, estimasi produktivitas lahan mencapai sekitar 4,32 ton per hektare dalam kondisi jagung belum dipipil atau masih berbentuk tongkol.
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Senyabang, Anju, S.P., menjelaskan bahwa hasil tersebut menunjukkan pertumbuhan tanaman yang cukup baik dan berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas pertanian di wilayah setempat.
Kapolsek Batang Tarang IPDA Miskun, S.H., M.H., mengatakan bahwa panen jagung hibrida ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan.
“Melalui lahan demplot ini, kami ingin memberikan contoh bahwa setiap lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomi. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Batang Tarang akan terus berkolaborasi dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung berbagai program pertanian yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Setelah proses panen selesai, seluruh hasil jagung hibrida akan dibawa ke Polsek Batang Tarang untuk menjalani tahapan pengeringan dan pemipilan sebelum dilakukan penimbangan akhir guna mengetahui jumlah produksi secara keseluruhan. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_




