Sanggau, Polda Kalbar – Kegiatan perlombaan dalam rangka Gawai Adat Dayak di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan Polsek Meliau dan Koramil Meliau, Selasa, 19 Mei 2026. Pengamanan dilakukan sejak pagi hari guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai di Rumah Adat Betang Pangsuma, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Gawai Adat Dayak menjadi agenda budaya tahunan yang sarat nilai tradisi dan diikuti masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Meliau.
Beragam perlombaan tradisional digelar untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya lomba Domamang-Domia, Lagu Daerah, Menampik dan Menumbuk Padi, Pangkak Gasing, Menyumpit, hingga Melukis Perisai yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Dayak.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak dimulainya perlombaan. Warga dari berbagai kalangan tampak memadati area Rumah Betang Pangsuma untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung meriah namun tetap tertib.
Kapolsek Meliau IPTU Supar mengatakan pihaknya menerjunkan personel pengamanan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Polsek Meliau bersama Koramil Meliau melaksanakan pengamanan secara maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian Gawai Adat Dayak berjalan aman dan lancar. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah,” ujarnya.
IPTU Supar menambahkan, kegiatan budaya seperti Gawai Adat Dayak memiliki nilai penting dalam mempererat persatuan dan menjaga warisan tradisi leluhur masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, stabilitas keamanan selama kegiatan menjadi prioritas utama aparat pengamanan.

Selain melakukan pengamanan di lokasi perlombaan, personel gabungan juga melakukan pengawasan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar area kegiatan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama acara berlangsung.
Berdasarkan agenda panitia, Gawai Adat Dayak di Kecamatan Meliau dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak 18 hingga 20 Mei 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, aparat keamanan terus melakukan monitoring dan koordinasi bersama panitia serta tokoh adat setempat.
Dengan pengamanan yang dilakukan secara terpadu, seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan budaya dalam Gawai Adat Dayak di Kecamatan Meliau diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya dan tradisi lokal. _(Dny Ard / Humas Res Sgu)_
Pewarta ( Alantitus )




