Dukung Swasembada Pangan, Polsek Bonti Pantau Kondisi Lahan

Sanggau, Poldak Kalbar – Polsek Bonti melaksanakan kegiatan pengecekan tanaman jagung hibrida pada lahan Demplot I tahun 2026 sebagai bagian dari Program 2 Ketahanan Pangan di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi tanaman tetap optimal pasca pemupukan ketiga serta mengantisipasi potensi gangguan hama.

 

Pengecekan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai, dengan menyasar lahan pertanian milik petani mitra yang berlokasi di Dusun Sami, Desa Sami, Kecamatan Bonti. Tanaman jagung yang diperiksa telah memasuki usia 96 hari setelah tanam (HST).

 

Dalam kegiatan tersebut, petugas Polsek Bonti bersama regu piket turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi tanaman. Selain itu, pengecekan juga difokuskan pada dampak aplikasi pestisida, khususnya racun tikus yang sebelumnya telah digunakan untuk mengendalikan hama.

 

Berdasarkan hasil pengecekan, ditemukan adanya serangan hama tikus pada bagian buah atau tongkol jagung yang masih muda. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil panen jika tidak segera ditangani secara optimal.

 

Meski demikian, tidak seluruh tanaman terdampak serangan hama. Sebagian tanaman masih dalam kondisi baik dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup optimal. Hal ini memberikan harapan bahwa hasil panen masih dapat dipertahankan dengan upaya penanganan yang tepat.

 

Adapun data lahan yang dilakukan pengecekan meliputi jenis jagung Beltras 1 dengan luas lahan sekitar satu hektare. Lahan tersebut merupakan milik petani bernama Ab Suhadi yang tergabung dalam Kelompok Tani Semangat Baru.

 

Kapolsek Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pemanfaatan lahan produktif di wilayah pedesaan.

 

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan tanaman jagung tetap terjaga kualitasnya sekaligus mendeteksi dini gangguan seperti hama tikus. Kami ingin memastikan upaya petani tidak sia-sia dan hasil panen dapat maksimal,” ujarnya.

 

Iptu Erpan menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan kelompok tani menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan. Kehadiran Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan pendampingan sekaligus motivasi bagi para petani.

 

Secara keseluruhan, kegiatan pengecekan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan terkendali. Polsek Bonti berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap lahan demplot guna mendukung swasembada pangan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai arah kebijakan pembangunan nasional. _(Dny Ard / Hms Res Sgu)_

Pewarta ( Alantitus )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *