Toba// Starbpnnews.id.
Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Toba yang digelar di Gedung Sinar Minang, Balige, Kamis (30 April 2026), berlangsung di tengah sejumlah catatan kritis terkait transparansi dan mekanisme pemilihan.
Sejak awal kegiatan, forum sudah menuai tanda tanya. Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum KORMI hanya menyampaikan harapan agar ketua terpilih mampu menjalankan amanah, tanpa mengumumkan secara terbuka siapa saja kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan.
Kondisi tersebut memicu kebingungan di kalangan peserta, mengingat prinsip dasar musyawarah organisasi menuntut keterbukaan, termasuk dalam hal pencalonan.
Memasuki tahapan sidang, pimpinan sidang melakukan verifikasi administrasi terhadap peserta yang memiliki hak suara. Namun, proses ini juga tidak berjalan mulus. Sejumlah peserta dikabarkan mempertanyakan keabsahan daftar pemilih, yang berujung pada perbedaan pendapat di dalam forum.
Situasi sempat memanas hingga pimpinan sidang mengambil keputusan untuk menskors jalannya sidang guna meredam perdebatan.
Setelah dilakukan musyawarah internal dan dicapai kesepakatan, sidang kembali dilanjutkan.
Pemungutan suara pun digelar, dan hasilnya menetapkan Franhenrik Tambunan sebagai peraih suara terbanyak sekaligus kembali menjabat Ketua KORMI Kabupaten Toba.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai proses yang berlangsung belum sepenuhnya mencerminkan prinsip transparansi dan akuntabilitas organisasi, terutama terkait tidak diumumkannya kandidat secara terbuka sejak awal serta dinamika perbedaan pendapat yang terjadi dalam penentuan hak suara.
Pimpinan sidang tetap melanjutkan agenda dengan penyerahan mandat dan bendera pataka kepada ketua terpilih sebagai simbol legitimasi kepemimpinan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, di tengah harapan agar kepengurusan yang baru mampu menjawab berbagai catatan yang muncul selama proses Muscab berlangsung
(M Siboro CILJ)




