Sumedang, Starbpknews.id.
Dua hari hujan terus menerus mengguyur kawasan hutan wilayah Gunung Masigit Blok Sungapan Dusun Nangorak Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, mengakibatkan terjadi longsor Tebing tanah dan pohon diatas saluran irigasi Sangiang Sri, mengakibatkan arus air jadi terhambat. Lokasi longsor itu di sekitar Blok Sungapan di dua titik kejadian. Longsor tebing tersebut dikisaran panjang 20 meter, lebar 40 meter dan ketinggian dikisaran 40 meter. Sehingga jalan irigasi tertutup tanah dan pohon mengakibatkan akses jalan tertutup dan sulit dilalui. Kejadian longsor tebing tanah tersebut yang pertama sebelum hari raya Idul Fitri 1447 H. , sedangkan longsoran kedua dilokasi sama tadi malam selagi hujan turun.
Sebagaimana keterangan dari Ketua P3A Dusun Nangorak Desa Margamekar dan sebagai Ketua RW 06 Dusun Cipicung, H. YOYO SUTARYO, menyampaikan, bahwa kejadian longsor tebing yang menutupi saluran irigasi Sangiang Sri ini yang kedua kalinya di lokasi yang sama. Dan satu titik lagi di lokasi berbeda, akan tetapi prosesnya sama menutupi saluran irigasi. Bahkan hari tadi Sabtu, 28 Maret 2026 , sebanyak 20 orang warga masyarakat mengadakan kegiatan Kerja Bakti membetulkan saluran air supaya bisa normal kembali. Berbagai cara mengantisipasi longsoran tanah tersebut dengan peralatan seadanya, hingga air bisa melewati dulu. Kenyataannya sekarang ini malah terjadi lagi putusnya irigasi dikarenakan tidak kuat penyangga atau penahan derasnya air.
Lebih lanjut Ketua P3A menyampaikan, lokasi longsoran tebing di dua lokasi tersebut, tidak bisa dikerjakan oleh pengurus P3A saja, diperlukan bantuan dari pihak Pemerintahan Desa Margamekar yang notabene memiliki kewenangan untuk menggerakan warga masyarakatnya guna Gotong Royong atau Kerja Bakti secara serentak bersama – sama. Selanjutnya juga diharapkan pihak Desa Margamekar mengajukan permintaan bantuan kepada pihak Pemkab. Sumedang melalui Kantor PUPR Bidang Pengairan yang memiliki akses langsung pengelolaan dan pemeliharaan saluran. Tutur kata di tempat tinggalnya.
Perbaikan longsoran tanah tersebut, kalau tidak segera diantisipasi sekarang, dihawatirkan akan menimbulkan bencana yang lebih besar dan melebar, dikarenakan tebing tanah bisa dikatakan curam serta lebar saluran seumpit dan dangkal. Disisi lain tidak ada tembok penahan tanah, serta di samping kanan jalan kurang lebar dan dalam. Diharapkan semua lapisan warga masyarakat ikut turun langsung baik yang tidak ikut memakai air saluran tersebut, apalagi bagi masyarakat yang mempunyai areal peasawahan . Pemerintahan Desa Margamekar harus sigap dan tanggap, guna mencarikan solusi yang terbaik demi menjaga bencana longsor lebih parah. ( Asher Korwil Jawa Barat).




