Penutup Saluran Irigasi Sangiang Sri Blok Panuusan Dusun Nanggorak Roboh.

Sumedang, Starbpknews,id.

Penutup saluran irigasi yang dibuat dengan cara pengecoran menggunakan bantalan besi penahan berupa WERMES sudah ambruk lagi, kejadian ini yang kedua kalinya di Blok Panuusan Dusun Nanggorak Desa Margamekar Sumedang Selatan. Saluran irigasi Sangiang Sri tersebut airnya bersumber dari Curug Sabuk melintasi kawasan hutan pasir masigit. Pungsi air adalah untuk mengairi areal pesawahan warga masyarakat petani yang sebagian besar diperlukan oleh warga masyarakat Dusun Nanggorak Desa Margamekar.

Dalam proses pembangunan penutup saluran tersebut dilaksanakan oleh Pihak Ke Tiga dari sumber anggaran APBD Sumedang melalui PUPR Bidang Pengairan. Robohnya penutup saluran terjadi yang kedua kalinya pada lokasi yang sama. Apakah ini terjadi karena ada pengikisan tanah , atau disebabkan oleh sistem tekhnis yang tidak sesuai dengan Bistek pengerjaanya.

 

Hasil pemantauan langsung ke lokasi kejadian robohnya penutup saluran itu, Minggu 22 Maret 2026 , dapat dilihat jelas bahwa besi penyangga coran menggunakan bahan Wermes yang sering dipakai untuk membuat lantai rumah. Pihak pemerintahan Desa Margamekar terutama Kepala Dusun Wilayah Nanggorak harus cepat bisa mengantisipasi, mencarikan solusinya, agar bangunan didekatnya tidak ikut roboh. Baik dengan cara mengusulkan ke pihak Dinas Instansi terkait Pemkab Sumedang, atau bermusyawarah dengan P3A yang ada di Dusun Nanggorak. Yang dihawatirkan tembok yang roboh itu akan membendung air saluran dan selanjutnya akan mengakibatkan longsor ke areal pesawahan di blok panuusan.

Hasil pembicaraan dengan salah satu warga masyarakat Dusun Cipicung, kebetulan bersamaan melintasi ke lokasi tersebut, menyampaikan ” Bahwa robohnya penutup saluran irigasi ini sudah dua atau ke tiga kalinya “. Kalau tidak segera di adakan perbaikan, bisa mengakibatkan jalan terputus terbawa longsor. Dan kami dari warga masyarakat yang peduli terhadap kelancaran arus air irigasi, peduli terhadap amanya areal pesawahan serta peduli pada progam pembangunan. Supaya dalam pelaksanaan Proyek irigasi tersebut disesuaikan dengan aturan anggaran biaya yang ada serta menggunakan bahan – bahan material sesuai bistek. Tujuanya untuk menjaga kondisi bangunan tidak cepat ambruk lagi. Tutur katanya.

Dilokasi lain juga bahwa saluran irigasi tertutup tanah dan pohon di blok dekat sungapan sangiang sri, diakibatkan tebing saluran longsor. Perbaikan longsor saluran tersebut tidak mungkin bisa dilaksanakan oleh para pengurus P3A saja, perbaikannya harus bekerjasama dengan Pemerintah Desa Margamekar untuk memerintahkan warga masyarakat ikut kerja bakti gotong royong. (ASHER KORWIL JAWA BARAT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *