ACEH UTARA. Starbpknews.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus mempercepat proses pemulihan pasca-bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan korban terdampak segera memiliki tempat tinggal yang layak sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. yang akrab disapa Ayah Wa, dalam diskusi khusus bersama Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon di Aceh Utara, Sabtu (07/03/2026).
Dalam pertemuan itu, Ayah Wa memaparkan perkembangan terbaru penanganan pasca-banjir yang berdampak pada 25 kecamatan di Aceh Utara. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus bekerja maksimal agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Target kita jelas, sebelum Lebaran para korban dengan kategori rumah rusak berat sudah bisa menempati hunian sementara,” ujar Ayah Wa.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh Utara saat ini sangat besar. Ia menyebut banyak pejabat tinggi negara hingga para menteri telah turun langsung meninjau lokasi bencana, termasuk wilayah yang sebelumnya sempat terisolir.
Dalam suasana santai, Ayah Wa bahkan sempat berseloroh bahwa fenomena viralnya “Payung” di media sosial turut menjadi salah satu faktor yang mempercepat perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh Utara.
“Banyak pejabat pusat yang datang melihat langsung kondisi di lapangan. Ini juga tidak terlepas dari viralnya ‘Payung’ di media sosial,” katanya.
Dalam pemaparannya, Ayah Wa juga menyampaikan sejumlah capaian penting program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-banjir, di antaranya:
Hunian Sementara (Huntara) Dari target 4.500 unit, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 82 persen.
Target sebelum Lebaran. Seluruh korban dengan rumah rusak berat ditargetkan sudah bisa menempati Huntara sebelum Idul Fitri.
Hunian Tetap (Huntap): Terdapat hampir 1.000 unit Huntap yang sedang diproses, termasuk 103 unit bantuan dari Menkopolhukam yang akan segera diresmikan.
Selain pembangunan hunian, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga tengah merampungkan pendataan rumah kategori rusak ringan untuk penyaluran dana stimulan perbaikan rumah.
Ayah Wa mengaku telah menginstruksikan para camat dan keuchik agar mempercepat proses validasi data di lapangan agar bantuan bisa segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Ia juga menekankan agar KK gantung yang rumahnya mengalami kerusakan berat tetap didata sehingga berhak mendapatkan hunian tetap. Sementara itu, rumah yang terendam lumpur lebih dari 20 sentimeter kini dimasukkan dalam kategori rusak ringan agar pemiliknya tetap memperoleh bantuan perbaikan.
“Kami ingin memastikan seluruh proses pendataan rampung secepatnya agar dana stimulan dapat disalurkan kepada masyarakat sebelum Lebaran,” pungkas Ayah Wa. [Muliadi]



