Keluhan masyarakat Desa Kawasi terkait debu (abu) dari aktivitas mobil perusahaan Harita Group di daera pasar memang perlu mendapat perhatian serius, apalagi jika sudah mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.

.
Halsel, starbpknews i.selasa 03/03/2026
Catat waktu dan frekuensi mobil melintas.
Kumpulkan keluhan warga, terutama yang mengalami gangguan pernapasan, batuk, atau iritasi mata.
memungkinkan, pernapasan dan mata bisa terganggu krn debu mobil perusahaan yang melintas setiap hari.

Di minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) halsel dan
DPRD setempat jangan hanya tutup mata soal keluhan masyarakat desa kawasi
Masyarakat di desa kawasi terganggu debu mobil perusahaan harita grub yg melintas setiap jam.

Masyarakat meminta perusahaan agar
penyiraman jalan rutin.
Meminta pemasangan penutup bak truk.
Membatasi jam operasional angkutan.
Melakukan pemeriksaan kualitas udara.

Masyarakat,Jika perusahaan terkesan “tutup mata”, publikasi melalui media
Menyusun pernyataan sikap masyarakat.
Membuat berita untuk kasus soal ini

protes nyata dari masyarakat Desa Kawasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Indonesia) terkait dampak lingkungan dari operasi tambang dan smelter yang dijalankan oleh Harita Group, terutama unitnya yang bergerak di nikel (Harita Nickel / PT Trimegah Bangun Persada). Berikut ringkasan situasi berdasarkan berbagai laporan investigatif, media.

Kekhawatiran Masyarakat Kawasi
Warga Desa Kawasi dan komunitas pesisir sekitar melaporkan beberapa gangguan serius yang mereka kaitkan dengan kegiatan tambang dan pengolahan nikel:

Polusi air dan udara — Warga mengatakan bahwa setelah smelter beroperasi, perairan di sekitar Kawasi menjadi keruh dan berwarna cokelat, dengan sedimentasi yang tinggi yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan dan pembongkaran tanah, serta membawa logam berat. Ini diduga berdampak pada kualitas ikan dan sumber air minum di sungai dan laut sekitar.

Laporan investigatif menyebut
Iritasi dan gangguan kesehatan — Ada kekhawatiran masyarakat soal risiko iritasi pernapasan, iritasi mata & tenggorokan, serta efek jangka panjang pada organ vital akibat paparan polutan berbahaya, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, hingga risiko.

Protes terhadap layanan dasar — Warga juga protes karena akses jala yang setia hari menggangu kesehatan masyarakat tidak stabil atau sering terganggu, sementara operasi industri tetap berjalan,
Tanggapan dan Sikap Warga
Sebagian warga Kawasi telah melakukan protes leluhur dan ruang hidup mereka, Mereka menilai perusahaan dan pemerintah belum menangani keluhan mereka secara memuaskan dan justru menekan mereka untuk

Pernyataan Perusahaan
Di sisi lain, Harita Group dan unit-unitnya sering menekankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) seperti pembangunan rumah layak huni, fasilitas layanan masyarakat, dan kegiatan lain untuk mendukung ekonomi lokal. Namun, warga dan beberapa pengamat lingkungan mengatakan bahwa program-program tersebut belum cukup menangani permasalahan lingkungan dan kesehatan yang mereka rasakan.

Keluhan masyarakat di Kawasi bukan hanya soal abu atau debu mobil perusahaan, tetapi bagian dari kekhawatiran yang lebih luas mengenai pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan pelayanan dasar yang tidak memadai yang mereka kaitkan dengan operasi industri nikel Harita di sekitar kampung mereka. Banyak warga merasa perusahaan lebih mementingkan perkembangan bisnis daripada tanggung jawab lingkungan dan kesehatan masyarakat lokal.

FS
Madia starbpknews yg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *