Toba // Starbpknews.id
Budidaya buah naga di Kabupaten Toba terbilang masih sangat langka. Namun di Desa Gala-Gala Pakkailan, seorang petani bernama Parbulalak Marpaung membuktikan bahwa usaha tersebut sangat menjanjikan dan memiliki prospek cerah ke depan.
Kamis(12/02/2026)
Kepada awak media, Parbulalak Marpaung menyampaikan bahwa dirinya telah membudidayakan buah naga selama kurang lebih satu tahun delapan bulan.
Meski terbilang baru, hasil yang diperoleh sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Masa panen satu kali dalam satu minggu. Hasilnya memang naik turun, tergantung kondisi cuaca dan perawatan.
Kadang bisa mencapai satu ton dalam seminggu, dan kadang sekitar 250 kilogram,” ujar Marpaung.
Menurutnya, areal pertanian yang ia kelola sangat cocok untuk pengembangan buah naga.
Struktur tanah dan kondisi iklim dinilai mendukung pertumbuhan tanaman tersebut sehingga peluang pengembangan ke depan masih sangat terbuka lebar.
“Sampai saat ini, di desa kami masih saya sendiri yang membudidayakan buah naga ini. Harapan saya, ke depan semakin banyak petani yang tertarik, karena potensinya sangat menjanjikan,” tambahnya.
Parbulalak juga berharap Pemerintah Kabupaten Toba, khususnya melalui Dinas Pertanian, dapat memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pengembangan budidaya buah naga. Dukungan tersebut dapat berupa bantuan bibit unggul, pelatihan teknis, pendampingan, hingga akses pemasaran agar hasil panen petani lebih maksimal dan stabil.
Menurutnya, jika dikelola secara serius dan mendapat dukungan pemerintah, budidaya buah naga berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan baru di Kabupaten Toba serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Langkah ini diharapkan menjadi perhatian Pemkab Toba agar sektor pertanian tidak hanya bergantung pada komoditas lama, tetapi juga mendorong inovasi dan pengembangan tanaman bernilai ekonomi tinggi demi kesejahteraan rakyat.
(M Siboro C.ILJ)



