Balige//Starbpknews.id. Pemerintah Kabupaten Toba melalui perwakilan resmi, paber Napitupulu, secara tegas membuka kegiatan Lomba Busana dan Desainer Etnik Ulos Kabupaten Toba, sebuah ajang yang dianggap penting untuk mengukur kemampuan desainer lokal sekaligus memperkuat eksistensi budaya ulos di tengah arus modernisasi.
Sabtu-Minggu,29-30 November.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas Pariwisata Toba, Rusti Hutapea, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari strategi Pemkab dalam mendorong para penjahit dan desainer Toba agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Peserta harus mampu menunjukkan bahwa ulos bukan hanya budaya, tetapi juga karya bernilai tinggi yang dapat menembus pasar global. Kita ingin kreativitas lokal naik kelas dan punya nilai jual internasional, tanpa meninggalkan filosofi budaya Batak,” tegas Rusti Hutapea.
Rusti juga menambahkan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni, namun harus diwujudkan melalui karya nyata dan inovasi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Sementara itu, Paber Napitupulu dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan panggung bagi desainer-desainer muda Toba untuk unjuk kemampuan dan memperkuat identitas budaya melalui karya busana.
“Kita harapkan kegiatan ini tidak berhenti di tahun ini saja. Dinas terkait harus membuatnya lebih besar, lebih meriah, dan lebih berdampak pada tahun berikutnya,” ujar Paer Sitorus, memberi sinyal agar pemerintah terus menambah dukungan kepada sektor industri kreatif berbasis budaya.
Paber juga mengingatkan para dewan juri agar menjunjung tinggi profesionalitas.
“Penilaian harus objektif, transparan, dan tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Ini menyangkut kredibilitas daerah,” tegasnya.
presenter Paraz Sibarani,Artha di Situmorang duet membawa acara dengan meriah sambil memperkenalkan setiap jenis pakaian ulos termasuk ragi Huting
Kegiatan ini berlangsung di panggung utama dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, desainer, hingga para pelaku UMKM yang berharap ulos Toba semakin diminati dan diakui secara? luas.
(Korwil Sumut M Siboro)




