16 September 2025-Kepahiang, setar BPK news.id – Pemerintah Desa Talang Karet, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun Anggaran 2025 kepada masyarakat yang berhak menerima. Penyaluran ini berlangsung pada Selasa (4/6/2025) di balai desa Talang Karet.
Sebanyak 23 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT-DD yang diberikan sekaligus untuk periode April, Mei, dan Juni 2025. Setiap KPM mendapatkan bantuan secara tunai dengan nominal yang telah ditetapkan sesuai regulasi pemerintah pusat.
Kepala Desa Talang Karet, Indra Haris Sukardi, hadir langsung memimpin penyaluran bantuan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa BLT-DD merupakan wujud kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat kurang mampu, lansia, dan janda yang membutuhkan dukungan ekonomi.
“Program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan para janda. Dana yang disalurkan bersumber dari Dana Desa 2025 dan diberikan selama tiga bulan berturut-turut,” ujar Indra.
Kegiatan penyaluran turut dihadiri Camat Tebat Karai, Ahmad Suryadi, S.IP., Ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, pendamping desa, perwakilan Polsek Tebat Karai, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Camat Suryadi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pemerintah desa atas komitmennya menyalurkan bantuan secara tepat waktu.
“Kami mengapresiasi Pemdes Talang Karet yang terus berupaya membantu masyarakat kurang mampu. Semoga bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok dan mengurangi beban ekonomi warga,” kata Suryadi.
Selain penyaluran bantuan, pemerintah desa juga mengingatkan penerima untuk menggunakan dana secara bijak, seperti membeli kebutuhan pangan, biaya sekolah anak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan transparan, disaksikan langsung oleh perangkat desa, pendamping, serta perwakilan masyarakat. Dengan tersalurnya BLT-DD tahap II ini, Pemdes Talang Karet berharap dapat mendukung pemulihan ekonomi warga di tengah situasi harga kebutuhan pokok yang terus berfluktuasi. (Ret san)




