Gebyar Karnaval Desa Sraten Makan Kurban, “Siapa Yang Tanggung Jawab?”

Banyuwangistarbpknews.id,__ Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 80 Pemdes Sraten menggelar kirap karnaval yang seharusnya menjadi ajang kegembiraan di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, terjadi insiden pada Minggu malam yang lalu.

Sebuah mobil yang membawa konsumsi pengawal dancer karnaval sound sistem bernama, Mantan Team Sukses dari kubu sebelah yang ikut dalam rombongan menabrak sejumlah penonton dari arah belakang, hingga menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan tersebut terjadi saat rombongan karnaval melintasi jalanan Desa Sraten. Menurut penonton dan saksi mata, mobil konsumsi yang berada di belakang barisan tiba-tiba menabrak lima orang penonton yang terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak. Salah satu korban mengalami luka parah dan kini dirawat intensif di RS Al- Huda Genteng. Sementara empat korban lainnya hanya mengalami luka ringan.

Menanggapi insiden kecelakaan tersebut, Kades Sraten, Bapak Arif Rahman Mulyadi, menyatakan kekecewaannya kepada pihak panitia karnaval.

Ia menegaskan, adapun pihak Desa telah memberikan peringatan dan himbauan keras terhadap karnaval sound sistem sebelum acara dimulai.

“Sudah kami sampaikan berkali-kali, mobil konsumsi tidak boleh ikut pawai di belakang barisan. Jalan harus steril untuk menjaga keselamatan. Selain itu, kami juga sudah menetapkan agar sound system wajib dimatikan saat 50 meter menjelang simpang empat,” ujar Bapak Arif Rahman Mulyadi dengan nada kecewa.

Peringatan dan himbauan tersebut ternyata tidak diperhatikan dan diabaikan. Ironisnya, usut punya usut kendaraan mobil yang menyebabkan kecelakaan tersebut milik seorang mantan tim sukses dari kubu politik di Desa sebelah. Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini untuk mengetahui lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan dan kemungkinan adanya kecerobahan sang sopir.

Penutup kemungkinan pengemudi diduga kurang terbiasa mengoperasikan mobil bertransmisi otomatis. Alih-alih menginjak rem saat rombongan penari di depannya, kendaraan justru tetap berjalan. rombongan dancer pun terhantam. beberapa korban kini masih menjalani perawatan intensif di RS Al-Huda Genteng, sementara lainnya yang luka ringan diperbolehkan pulang.
( A. Jwn bpk )

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyingkap kelemahan mendasar dalam tata kelola acara publik: kurangnya disiplin dan standar keselamatan. Sebuah karnaval yang melibatkan ribuan orang mestinya dikelola dengan prinsip kehati-hatian, bukan sekadar mengandalkan kebiasaan tahunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *