Labuha- starbpknews.id- 8 Juli 2025 — Rapat Paripurna DPRD Halmahera Selatan dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2030 ternoda oleh sikap tak terpuji sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Alih-alih menyimak dengan saksama pandangan dan kritik dari fraksi-fraksi, sejumlah kepala dinas tampak sibuk menunduk bermain ponsel. Perilaku tersebut terjadi di tengah berlangsungnya forum resmi daerah yang seharusnya menjadi momen penting dalam arah pembangunan lima tahun ke depan.
Beberapa anggota dewan menyayangkan sikap apatis tersebut. “Kami berbicara soal masa depan daerah, soal nasib rakyat, tapi mereka malah sibuk dengan HP masing-masing. Ini bentuk ketidakpedulian,” ujar salah satu anggota DPRD dari Fraksi Gerindra yang enggan disebutkan namanya.
Ketua DPRD Halsel juga terlihat sempat menegur secara halus dengan menyampaikan imbauan agar seluruh peserta sidang dapat menjaga etika dalam forum resmi. Namun teguran itu tak cukup membuat para pimpinan OPD menunjukkan perubahan sikap signifikan.
Sementara itu, dalam pandangan umum, beberapa fraksi menyoroti lemahnya perencanaan pembangunan lintas sektor, minimnya transparansi anggaran, dan perlunya evaluasi mendalam terhadap capaian RPJMD sebelumnya.
Sikap pimpinan OPD yang lebih sibuk dengan gadget ketimbang mencermati masukan strategis dari fraksi dikhawatirkan mencerminkan rendahnya komitmen dalam menyusun RPJMD yang responsif dan partisipatif.
Masyarakat pun mulai bereaksi di media sosial, mengecam kurangnya etika pejabat publik dalam forum resmi. Beberapa warganet bahkan meminta Bupati Halmahera Selatan untuk menertibkan sikap bawahannya.
Rapat Paripurna tersebut akan dilanjutkan dengan agenda tanggapan Bupati terhadap pandangan fraksi-fraksi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Risnawaty / Kiswar
Media : Starbpknews.ID




