Kukar, starbpknews.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia (RI) R.A Belinda Arunawati Margono, melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Rencana Kerjasama 2025-2029 antara Pemkab Kukar dengan BIG RI yang disaksikan langsung Kepala BIG RI Prof. Muh. Aris Marfai, di Ruang Rapat BIG RI Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (21/5/2025).
Turut hadir dalam pertemuan penting untuk kepentingan dan kemajuan pembangunan Kabupaten Kukar tersebut, Kadistanak Kukar M. Taufik, Kepala BKPSDM Kukar Rakhmadi, dan Plt Kadis Perkim Kukar M. Aidil.
Kemudian, Plt Kadiskominfo Kukar M Solihin, anggota DPRD Kukar Edy Santoro, Plt. Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna, Kabag Prokompim Setkab. Kukar Ismed serta perwakilan Kepala OPD terkait dilingkup Pemkab Kukar.
Edi menjelaskan, kemiskinan Kukar masih berada di angka 7,28% (59 ribu jiwa di Kukar masuk dalam kategori dibawah garis kemiskinan/masih diatas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, kata Bupati Pemkab Kukar memerlukan suatu kerja dan Instrumen kebijakan yang dapat menjepaskan peran/fungsi wilayah yang dihubungkan dengan analisis karakteristik kemiskinan dalam pendekatan geospasial.
Sehingga kondisi inilah yang mendasari Pemkab Kukar bahwa kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan berbasis wilayah sangatlah penting dan harus menjadi perhatian dalam proses pembangunan di Kabupaten Kukar.
Momentum hari ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk membangun kolaborasi, dan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam perwujudan Satu Data Indonesia.
“Dimana salah satu point yang kita perhatikan adalah penyediaan data berbasis geospasial yang telah distandardisasi. Sebagai instrumen pembangunan daerah yang lebih lengkap dan berorientasi pada keterpaduan fungsi wilayah yang lebih tertib, terintegrasi/aktual,” jelasnya.
Atas dasar tersebut, lanjut Edi Pemkab Kukar terus berupaya membangun pola kerja yang lebih efektif, yakni dengan melakukan berbagai kerjasama dengan lembaga pemerintah/non pemerintah, dalam rangka pendampingan secara komprehensif terkait penyediaan data berbasis geospasial.
BIG yang ditunjuk sebagai pembina data Geospasial secara nasional, diposisikan menjadi mitra strategis Pemkab Kukar. Dalam rangka meningkatkan kapasitas/kualitas penyediaan data geospasial. Dengan pola pendampingan yang lebih terencana, sistematis, intensif/terstruktur dalam skema kerja yang sinergi/saling mengisi dalam rangka pencapaian pembangunan yang lebih presisi dalam skala regional/nasional.
“Kami menyambut baik pola kerjasama yang telah dibangun oleh BIG, dengan masa kerjasama secara bertahap dengan skema jangka menengah. Hal ini tentunya sejalan dengan momentum perumusan kebijakan periode, pembangunan jangka menengah Kukar yang dituangkan dalam RPJMD 2025 – 2029, sebagai pedoman kebijakan perencanaan/penganggaran daerah,” demikian pungkasnya.
Dipenghujung acara, dilanjutkan pemberian cenderamata dari Bupati Kukar kepada Kepala BIG RI serta foto bersama.
Penulis Hn Gea




