Festifal Bumi Banaran Asal Usul Desa Cemeng

Berita – starbpknews.id Adu kelapa Sangkan parane dumadining desa Cemeng dinten Senin legi Wulan longkang, Perjalanan Tumenggung Pacitan yang bernama Jagakarya mengadakan pemantauan diwilayah Krapyak dusun Singkil, desa Banaran, Jagakarya ,pada hari senin tanggal ( 21-05-2025 )

kanjeng Jimat bersama dengan ki Reto Gati, ki Bekel Tronggono dan masyarakat Desa Banaran jug Gendamsari berkumpul di Krapyak untuk memantau keamanan desa Banaran dari serangan penjajah Belanda , oleh warga Kanjeng Jumat, dihidangi menu makanan desa yang berupa hasil bumi dan minuman air kelapa dan saat itu harinya Senin legi bulan longkang.

Pada saat Gendamsari menyajikan air kelapa kepada Kanjeng Jimat dan Ki Reto Gati tidak ada peralatan untuk membuka air kelapa,maka oleh Kanjeng Jimat dan ki Reto Gati kelapa tersebut diadu dengan kesaktian ilmu Kanuragan yang dimiliki, kelapa yang diadu pecah bersamaan muncul asap , yang keluar ke arah barat berwarna putih bagai kukus maka desa sebelah barat Singkil dinamakan desa kemukus, sedangkan asap yg ke arah timur berwarna hitam maka desa Banaran yang di sebelah timur diganti dari desa Banaran dirubah jadi desa Cemeng.

Bupati Pacitan berpesan kepada Ki Bekel Tronggono dan warga masyarakat,:
Desa Banaran saya ganti dengan nama desa Cemeng,setiap tahun hari Senin legi bulan longkang diperingati sebagai bersih desa dengan adu kelapa dan Ringgit Purwo,Ki bekel Tronggono harus pindah ke tempat yang lebih gelap /aman yaitu dusun Krajan Cemeng.

Sebagai bukti sejarah desa Cemeng apa yang pernah disampaikan oleh Ki Tumenggung Kenjeng Jimat semua ada kebenarannya, demikian ringkasan cerita sejarah asal usul tradisi adu kelapa disampaikan oleh ketua Laskar Bumi Banaran Agus Winarno S.IP.

Serangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam acara bersih desa Cemeng hari Senin legi , 19 mei 2025 bulan longkang dalam bulan Jawa, kegiatan peringatan dimulai sejak tgl 1 longkang dengan diadakan gladi bersih adu kelapa yg diadakan di di lingkungan desa Cemeng, kec. Donorojo kab. Pacitan yang diikuti oleh segenap warga Cemeng dan sekitarnya.

Pada puncak acara hari Senin legi tgl 19 mei 2025 dimulai dengan kegiatan jalan santai yang diikuti seluruh warga desa Cemeng, yang merebutkan hadiah ratusan doorprice dari panitia

Juga dimeriahkan dengan pertunjukan reog Ponorogo

Pada pukul 15.00 WIB tibalah pada inti acara yaitu ritual adu kelapa yang diawali dengan pentas teatrikal tentang sejarah asal usul desa Cemeng dan kemukus, turut menghadiri acara tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, dengan staf jajaran nya. di tengah cuaca yg mendung, para warga sangat antusias menyaksikan pertunjukan teatrikal asal usul desa Cemeng, mulai dari orang tua , sampai anak anak berbondong bondong mengikuti kegiatan tersebut.

Tibalah acara yang dinantikan yaitu adu kelapa yang diikuti ratusan peserta, mereka saling aku kelapa masing masing kelapa yang menang akan diadu dengan kelapa yang lain begitu seterusnya, bahkan tidak ketinggalan Bupati Pacitan juga ikut mengeluarkan kelapanya untuk diadu melawan ratusan peserta lainnya dan ternyata kelapa pak Bupati ini tidak terkalahkan, begitu meriahnya acara tersebut sampai tidak memperdulikan lapangan yang becek karena selesai diguyur hujan, begitulah tradisi warga desa Cemeng yang selalu di lestarikan setiap bulan longkang bulan Jawa.( Sariman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *