Jakarta, starbpknews id — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, yang akrab disapa Ayah Wa, terus menggenjot upaya percepatan pembangunan daerah dengan melakukan serangkaian pertemuan penting bersama sejumlah menteri dan anggota DPR RI di Jakarta.
Setelah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakoord) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ayah Wa melanjutkan agendanya dengan menjumpai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Mini Hall Lantai 33 Kemenparekraf, Rabu malam (30/4/2025), Ayah Wa memaparkan sejumlah program strategis yang dirancang untuk mempercepat pembangunan di Aceh Utara.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Ekraf, Riyan Firmansyah, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, serta para Wakil Ketua DPRK; Jirwani Ibnu, SE, Drs. As’adi, dan Aidi Habibi, AR.
“Menparekraf sangat responsif terhadap program-program yang kami sampaikan. Kami membahas berbagai potensi lokal, termasuk sektor kriya, kuliner, hingga seni pertunjukan yang bisa dikembangkan lebih jauh,” ujar Ayah Wa.
Dalam pertemuan itu, Ayah Wa juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif di daerah, seperti minimnya akses permodalan, pelatihan, serta keterbatasan pemasaran digital.
“Saya akan mendukung program-program ini, apalagi bupati datang langsung bersama pimpinan DPRK dan OPD terkait,” kata Teuku Riefky Harsya sebagaimana ditirukan Ayah Wa.
Tak hanya itu, Bupati Aceh Utara juga menggelar pertemuan khusus dengan anggota DPR RI, Ir. HTA. Khalid, pada Selasa malam (29/4). Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Sekda Aceh Utara Dr. A. Murtala, M.Si, Sekwan H. Fakhruradhi, SH, MH, Kepala BPKD Nazar Hidayat, SE, MM, Inspektur Andrea Zulfa, SE, M.Si, CCGE, serta Kepala Bappeda Drs. Adami, M.Pd.
Dalam kesempatan itu, Ayah Wa menjajaki sejumlah peluang pembangunan, termasuk pengajuan beberapa program prioritas yang telah mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat. Program-program tersebut antara lain pembangunan pagar pelindung gajah sepanjang 15 km di rute Langkahan–Paya Bakong, lanjutan pembangunan Monumen Malikussaleh, pengembangan saluran irigasi tersier, pembangunan Lapas Lhoksukon, dan pengembangan jalan nasional lintas Aceh.
“Selama berada di Jakarta, kami manfaatkan waktu untuk bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan demi mewujudkan visi Aceh Utara Bangkit,” tegas Ayah Wa.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya turut membahas program transmigrasi bersama Kementerian Transmigrasi RI.
“Selain mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah Aceh, saya juga mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Utara agar program percepatan pembangunan ini bisa terwujud sesuai visi kita,” pungkas Ayah Wa, yang juga dikenal sebagai sosok dermawan.
(Muliadi)




