Miris! di Duga Puskesmas Moru Lebih Mengutamakan Identitas KTP Pasien daripada Keselamatan Nyawa

Berita : starbpknews.id.

Moru, Kab Alor-NTT
Starbpknews.id, Sebuah Kejadian yang memilukan kembali membuka mata masyarakat terhadap kinerja dan atau krisis kemanusiaan di dunia pelayanan kesehatan. Puskesmas Moru yang terletak di ibu kota Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga lebih mengutamakan kelengkapan administrasi berupa KTP pasien daripada Keselamatan nyawa pasien itu sendiri.

Menurut kesaksian warga setempat, seorang pasien dalam kondisi kritis paskah kecelakaan, sempat ditolak dengan alasan karena pasien tidak membawa identitas KTP saat pasien di antar ke Puskesmas. Padahal kondisi pasien saat itu sudah dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan dan segera mendapatkan pertolongan dari medis.

“Kami datang dalam keadaan sangat darurat, tetapi malahan ditanyain KTP pasien dulu. Memang identitas KTP itu penting tetapi sekarang kondisi pasien sangat tidak baik-baik saja dan butuh pertolongan segera. Oleh akun Facebook Frans Malaibel.

Bukan hanya itu saja malahan, ada bidan yang marah kenapa jalan tidak bawa KTP. Tindakan bidan ini menimbulkan kemarahan dan sampai beradu mulut antara warga setempat yang mengantar pasien dengan perawatan atau bidan tersebut, kejadian itu sekitar pukul 1 am tanggal 23 April 2025. Tambahnya

Pada saat kejadian itu, di Puskesmas Moru tersebut dokter tidak ada sehingga, salah satu bidan atau perawat menelpon Video Call (VC) sehingga dokter mendiagnosis pasien hanya lewat VC. Ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, akhirnya mereka (bidan/perawat) memutuskan untuk antar pasien ke rumah sakit Umum Kalabahi, dengan sebotol infus yang terpasang di pasien,
Mereka (bidan/perawat) sempat bertanya pasang oksigen atau tidak dan akhirnya pasien di bawa tanpa pasang oksigen menuju rumah sakit Umum Kalabahi
dan sampai di rumah sakit Umum Kalabahi langsung di tangani oleh pihak medis kemudian di pasang oksigen dan yang lain-lain namun, pasien tidak dapat bertahan lalu MENINGGAL jam 3 am tanggal 23 April 2025.

Atas kejadian itu, Ketua DPRD Kabupaten Alor Bapak Paulus Brikmar tidak tinggal diam dan memberikan atensi yang besar katanya “saya langsung ke puskesmas moru terkait permasalahan yang terjadi semalam di Puskesmas Moru. Selanjutnya akan saya minta Komisi terkait untuk segera lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, Kapus Moru dan para Dokter untuk segera lakukan pembenahan terkait manajement pelayanan kesehatan yang di nilai kurang efektif bagi masyarakat kita.

Lanjutnya Kepada Keluarga Korban yang meninggal dunia, saya mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD menyampaikan Turut Berduka cita yang mendalam. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan serta ketabahan bagi suami anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

Akhir kata kami dari segenap team manajemen Media Starbpknews.id Perwakilan Nusa Tenggara Timur Ketua Pak Thitus Gilaa menyampaikan Turut berduka cita yang mendalam. Kiranya keluarga yang di tinggalkan di berikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Yesus Kristus.

Oleh: Thito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *